Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia di UMSurabaya

Foto Dokumentasi: Para peserta sedang menyimak sosialisasi prosedur pengerjaan soal UKBI 

HIMAPBSINDO UMSurabaya Sabtu (24/12) – Sebanyak 58 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSurabaya yang terdiri atas mahasiswa kelas A (program reguler pagi dan sore) dan kelas B (program khusus) mengikuti sosialisasi dan uji kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSurabaya yang bekerja sama dengan Balai Bahasa Surabaya di gedung F 202-203 Universitas Muhammadiyah Surabaya kegiatan ini dimulai pukul 09.00 s.d. 12.00 WIB. Tujuannya, tentu saja untuk mengukur seberapa mahir kami berbahasaIndonesia. Materi tes terdiri atas 3 seksi, yaitu seksi I untuk materi Mendengarkan dengan jumlah soal 40, seksi II untuk materi Merespon Kaidah dengan jumlah soal 20, seksi ketiga untuk materi Membaca dengan jumlah 40 soal.

Ketua Himaprodi  Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSurabaya Alfian Arif Bintara yang juga menjadi ketua penyelenggara UKBI ini menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dan uji UKBI ini merupakan  agenda tahunan program kerja Himaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSurabaya yang kesekian kalinya di UMSurabaya yang dulu sempat terhenti kerena minimnya rasa cinta berbahasa Indonesia di kalangan mahasiswa.

“Memang benar acara ini baru dibangkitkan lagi setelah lama tidur panjang dengan harapan kegiatan UKBI ini menjadi agenda tahunan program kerja Himaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSurabaya yang terus dilaksanakan dengan tujuan mengukur kemahiran berbahasa Indonesia baik di kalangan Mahasiswa dan warga kampus UMSurabaya, selain itu supaya warga Indonesia ini bangga serta cinta terhadap bahasanya yaitu Bahasa Indonesia” terangnya.

Tim sosialisasi dan penguji terdiri dua orang, Toha Machsum, M.Ag. Dan Siti Komariah, M. Hum. Dari Balai BahasaSurabaya.
“Hasil UKBI akan dikirim sebulan lagi dalam bentuk sertifikat yang akan mencantumkan grade mulai terbatas sampai istimewa,” ujar Alfian.
Alfian menyatakan UKBI sangat penting tidak hanya bagi guru tapi penting bagi siswa dan mahasiswa pada umumnya. Jika UKBI bagi siswa dinamakan UKBI Tara.

“Harusnya dalam wawancara masuk kerja, grade UKBI juga dipersyaratkan laiknya TOEFL bahasa Inggris, maka tak dapat disangkal lagi bahwa UKBI sangat perlu dan penting untuk dijadikan syarat. Hal ini karena UKBI mengukur kompetensi berbahasaIndonesia seseorang secara lengkap dan terukur. Sudah selaiknya jika bangsaIndonesia wajib mengikuti UKBI. Bagi lembaga pendidikan jika akan merekrut guru Bahasa Indonesia maka harus mempertanyakan skor kemahiran berbahasa Indonesianya atau sertifikat UKBI wajib dimiliki. Bukan hanya wajib bagi guru Bahasa Indonesia tetapi juga guru-guru mata pelajaran lainnya, tentunya standar skor yang diwajibkan berbeda. Demikian pula bagi instansi pemerintah yang akan merekrut tenaga PNS maka UKBI harus menjadi salah satu syaratnya. Tidak menutup kemungkinan bagi instansi swasta juga mewajibkan karyawannya mengikuti UKBI.

Jika kita kembali kepada sejarah, pada tanggal 28 Oktober 1928 Sumpah Pemuda diikrarkan dengan tekad satu bangsa, satu tanah air, dan menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia. Jika bukan kita yang bangga dengan kemampuan berbahasa kita siapa lagi? Jika siswa atau guru dapat membanggakan skor TOEFL mereka, mengapa skor UKBI tidak? Apalagi kenyataan sekarang menunjukkan bahwa remajaIndonesiasudah tak mampu lagi berbahasaIndonesiadengan baik dan benar. Taufik Ismail mengatakan siswaIndonesiatelah rabun membaca dan pincang menulis, tetapi jalang manakala menonton televisi. Lihat saja bagaimana bahasa yang mereka gunakan jika ber-SMS dengan temannya. Demikian pulagayabahasa pada media maya dan situs jejaring sosial FB atau sejenisnya, maka bahasa yang digunakan oleh penggunanya hanya dimengerti oleh remaja jaman sekarang saja. Jika Debby Sahertian pernah mengeluarkan kamus bahasa gaul, maka kini merebaknya “Bahasa Alay” semakin meresahkan. Jika TOEFL menjadi syarat mengapa UBKI tidak?” kata Alfian.

Ia menambahkan, penyelenggara tes UKBI insyaallah akan dilaksanakan lagi di UMSurabaya yang sasaran pesertanya adalah siswa-dan siswi SMA/SMK se-GERBANG KERTASUSILA (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan lamongan) sebelum menjelang Ujian Nasional 2012, hal ini diharapkan agar memotivasi siswa belajar bahasa Indonesia dapat meningkat supaya tercapai penguasaan bahasa Indonesia yang setinggi-tingginya.

Ikuti berita terkini di laman blog kami http://www.himapbsindo.wordpress.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: